diklat video editing

Sabtu, 22 Agustus 2009

awali hari dengan SHOLAT DHUHA

Sebagian kita sudah tak asing lagi dengan sholat sunnah yang satu ini. Namun pengetahuan belum menunjukkan sebuah perbuatan, sebuah pengamalan dalam beribadah. Hal ini bisa jadi karena kita malas, tak punya waktu mengerjakannya, tidak tahu bagaimana cara melaksanakannya, tak tahu segenap keutamaannya (fadilah) yang tersembunyi didalamnya.

Dan memang Allah memberikan rahasia besar dibalik sholat dhuha ini. Seperti halnya sholat lail (qiyamullail) yang disunnahkan di sepertiga malam terakhir, dimana banyak orang asyik masyuk terlelap dengan tidur malamnya. Sehingga komunikasi dengan Allah menjadi sangat intim seperti halnya sepasang suami istri yang sedang merenda kasih. Juga sholat dhuha, yang disunnahkan saat matahari naik sampai menjelang siang, dimana banyak orang sudah mulai asyik dengan kesibukan kerja masing-masing. Dan lagi-lagi Allah memberikan fasilitas komunikasi langsung tanpa hambatan kepada kita yang mau melaksanakan sholat dhuha ini.

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan : "Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku mengenai tiga hal :
a). agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan
b). melakukan sholat dhuha dua raka'at dan
c). melakukan sholat witir sebelum tidur." ( H.R. Bukhari & Muslim )

Di hadits yang lain dikatakan bahwa Mu'azah al Adawiyah bertanya kepada Aisyah binti Abu Bakar r.a : "apakah Rasulullah SAW melakukan sholat dhuha ? "Aisyah menjawab," Ya, Rasulullah SAW melakukannya sebanyak empat raka'at atau menambahnya sesuai dengan kehendak Allah SWT. (H.R. Muslim,an-Nasa' i, at-Tirmizi, dan Ibnu Majah). Demikianlah hadits hadits tersebut meneguhkan ihwal kesunnahan sholat dhuha.

Status sunnah sholat dhuha di atas tentu saja tidak berangkat dari ruang kosong. Berdasarkan tinjauan agama, paling tidak beragam keutamaanya (fadilah ) yang bisa ditarik :

PERTAMA
Sholat dhuha merupakan ekspresi terimakasih kita kepada Allah SWT, atas nikmat sehat bugarnya setiap sendi tubuh kita. menurut Rasulullah SAW, setiap sendi di tubuh kita berjumlah 360 sendi yang setiap harinya harus kita beri sedekah sebagai makanannya. Dan kata Nabi SAW, sholat dhuha adalah makanan sendi-sendi tersebut.

"Pada setiap manusia diciptakan 360 persendian dan seharusnya orang yang bersangkutan (pemilik sendi) bersedekah untuk setiap sendinya. "Lalu, para sahabat bertanya : "Ya Rasulullah SAW, siapa yang sanggup melakukannya ? ”Rasulullah SAW menjelaskan : "Membersihkan kotoran yang ada di masjid atau menyingkirkan sesuatu ( yang dapat mencelakakan orang ) dari jalan raya, apabila ia tidak mampu maka sholat dhuha dua raka'at, dapat menggantikannya" ( H.R. Ahmad bin Hanbal dan Abu Daud )

KEDUA
Sholat dhuha merupakan wahana pengharapan kita akan rahmat dan nikmat Allah sepanjang hari yang akan dilalui, entah itu nikmat fisik maupun materi. Rasulullah SAW bersabda, "Allah berfirman, "Wahai anak Adam, jangan sekali kali engkau malas melakukan sholat empat raka'at pada pagi hari, yaitu sholat dhuha, niscaya nanti akan Kucukupi kebutuhanmu hingga sore harinya." ( H.R. al-Hakim dan at-Tabrani).

Lebih dari itu, momen sholat dhuha merupakan saat dimana kita mengisi kembali semangat hidup baru. Kita berharap semoga hari yang akan kita lalui menjadi hari yang lebih baik dari hari kemarin. Disinilah, ruang kita menanam optimisme hidup. Bahwa kita tidak sendiri menjalani hidup. Ada Sang Maha Rahman yang senantiasa akan menemani kita dalam menjalani hidup sehari-hari.

KETIGA
Sholat dhuha sebagai pelindung kita untuk menangkal siksa api neraka di Hari Pembalasan (Kiamat) nanti. Hal ini ditegaskan Nabi SAW dalam haditsnya, "Barangsiapa melakukan sholat fajar, kemudian ia tetap duduk ditempat shalatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit dan kemudian ia melaksanakan sholat dhuha sebanyak dua raka'at, niscaya Allah SWT, akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya” (H.R.al-Baihaqi)

KEEMPAT
Bagi orang yang merutinkan shalat dhuha, niscaya Allah mengganjarnya dengan balasan surga. Rasulullah SAW bersabda, “Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha (pintu dhuha) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil," Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha ? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah." ( H.R. at-Tabrani).

Bila menilik serangkaian fadilah di atas, cukup beralasan, bila Nabi SAW menghimbau umatnya untuk senantiasa membiasakan diri dengan sholat dhuha ini. Kendati demikian, untuk meraih fadilah tersebut, beberapa tata cara pelaksanaannya, kiranya perlu diperhatikan.

WAKTU SHOLAT DHUHA

Kata dhuha yang mengiringi sholat sunnah ini berarti terbit atau naiknya matahari. Wajar bila sholat ini kemudian dilakukan pada pagi hari ketika matahari mulai menampakkan sinarnya. Namun, beberapa ulama fikh berbeda pendapat tentang ketentuan waktunya.

Imam Nawawi di dalam kitab ar-Raudah mengatakan bahwa waktu sholat dhuha itu dimulai, sejak terbitnya matahari, yakni sekitar setinggi lembing (lebih kurang 18 derajat). Sementara Abdul Karim bin Muhammad ar-Rifai, seorang ahli fikih bermazhab Syafi'i berkomentar bahwa sholat itu lebih utama bila dikerjakan saat matahari lebih tinggi dari itu

Ada sebuah hadits yang menentukan perihal dhuha di atas. Zaid bin Arqam meriwayatkan: " Rasulullah SAW keluar menemui penduduk Quba di saat mereka melaksanakan sholat dhuha, lalu Rasulullah SAW, bersabda : "Sholat dhuha dilakukan apabila anak anak unta telah merasa kepanasan (karena tersengat matahari)" (H.R. Muslim & Ahmad bin Hanbal).

RAKAAT DHUHA

Sholat dhuha merupakan sholat yang tidak menyusahkan untuk dikerjakan. Sebab, pasalnya sholat dhuha itu menyesuaikan kemampuan dan kesempatan muslim yang hendak mengamalkannya. Poin ini tergambar dengan jelas pada bilangan raka'atnya. Mulai dari 2 raka'at, 4 raka'at, 8 raka'at hingga 12 raka'at. Masing masing raka'at memiliki sandaran hadits Rasulullah SAW, sebagaimana yang penulis singgung di atas.

Sayid Sabiq, ahli fikih dari Mesir, menyimpulkan bahwa batas minimal sholat dhuha itu 2 raka'at sedangkan batas maksimalnya adalah delapan raka'at. Pada ketentuan minimal dapat ditemukan pada hadits riwayat Abu Hurairah. Sementara ketentuan maksimal dapat ditemukan pada hadits fi'li (perbuatan) yang diriwayatkan Aisyah,r.a, " Rasulullah SAW, masuk kerumah saya lalu melakukan sholat dhuha sebanyak delapan raka'at." (H.R. Ibnu Hiban)

Bahkan lebih dari itu, menurut ulama mazhab Hanafi jumlah maksimal raka'at sholat dhuha itu enam belas raka'at . Sedang Abu Ja'far Muhammad bin Jarir at-Tabari, pengarang kitab Tafsir Jami al-Bayan, sebagian ulama mazhab Syafi'i dan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berpendapat bahwa tidak ada batas maksimal untuk jumlah raka'at sholat dhuha. Semuanya tergantung pada kemampuan dan kesanggupan orang yang ingin mengerjakannya. Wallahu'alam bil shawab. (Muaz/Hidayah)

Selasa, 21 Juli 2009

Tips Menghadapi Kritikan Di Tempat Kerja

Mendapat kritikan mungkin sudah menjadi hal yang lumrah bagi setiap orang, terlebih-lebih di dunia kerja. Kritikan sering kali membuat orang yang menerima menjadi putus asa, bahkan untuk beberapa orang kritikan itu dianggap sebagai sebuah hinaan.

So, supaya kamu-kamu tidak merasa sakit hati ataupun stress bila menerima kritikan, ada baiknya baca beberapa tips di bawah ini:

  1. Terimalah bahwa diri kamu tidak sempurna dan memiliki kekurangan. Sehingga kekurangan dan kelemahan itu bisa kamu pelajari dan perbaiki.
  2. Jangan menanggapi kritik secara pribadi. Sebaik apapun kamu sebagai seorang karyawan, tiap orang pasti dapat dikritik. Bersikaplah santai dan tenang dalam menerima setiap kritikan.
  3. Dengarkan baik-baik kritikan itu dan jadikan sebagai masukkan positif bagi diri kamu. Karena kalau kamu abaikan, kemungkinan besar kesalahan yang sama akan terulang lagi.
  4. Pahamilah bahwa ada orang-orang tertentu yang memang suka memberikan kritik. Mereka selalu melihat prestasi kerja orang lain dari sisi negatif. Terimalah mereka apa adanya.
  5. Orang yang berani memberikan kritik umumnya adalah orang yang pandai dan kreatif. Mereka mampu melihat cara-cara lain untuk melakukan suatu pekerjaan dengan lebih baik tapi mereka sampaikan dengan nada yang negatif. Jangan bersikap defensif karena mereka mungkin dapat memberikan usulan yang sangat berguna bagi diri kamu.
  6. Ketika dikritik, yakinkan diri bahwa itu bukan karena atasan atau bos membenci atau tidak menyukai kamu, melainkan agar hasil kerja dan produktivitas kamu lebih baik lagi.
  7. Kadang-kadang seseorang melontarkan kritik hanya sekedar untuk melepaskan kekesalan hatinya. Bila ini yang terjadi, jadilah pendengar yang baik. Mungkin yang mereka keluhkan sebenarnya hanyalah sesuatu yang kurang berarti.
  8. Dengarkan tiap kritik dengan seksama. Bila perlu, bertanyalah untuk menyakinkan bahwa kamu telah menangkap kritiknya.
  9. Jangan fokus pada rasa marah atau sakit hati. Lebih baik fokus pada pekerjaan agar mendapatkan hasil yang lebih baik.
  10. Jika kritikan yang diterima membuat kamu sakit hati, tidak ada salahnya untuk mengutarakan perasaan tersebut pada atasan. Sehingga atasan pun akan mengerti perasaan kamu dan membuat hubungan atasan-bawahan menjadi lebih kuat.
  11. Dalam menerima kritik apapun juga, cobalah melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah itu. Bila kamu tak dapat melakukan apapun juga, katakanlah dengan jujur dan berilah perhatian tulus atas usulan atau kritikan tersebut.
  12. Bila kritikan itu sehubungan dengan kesalahan yang memang kamu lakukan, akuilah dengan jujur. Tiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Tidak perlu merasa malu.
  13. Bila rekan atau atasan kamu mengutarakan kritik atau sarannya, berarti mereka masih memperhatikan kamu. Justru kalau tidak ada yang mengkritik, kamu harus waspada.
  14. Jadikan kritikan tersebut sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik dan biasakan untuk selalu teliti dalam bekerja agar meminimalisir kesalahan.

TIPS HIDUP SEHAT

Keep Healty Guys..
  1. Jawablah telepon dengan menggunakan telinga sebelah kiri...
  2. minumlah obat dengan tidak menggunakan air dingin...
  3. makanlah makanan ringan setelah jam 6 malam bukan makanan berat...
  4. minum lebih banyak air pada pagi hari, minum lebih sedikit pada malam hari...
  5. jam tidur yang paling baik adalah jam 10 malam s/d jam 5 pagi...
  6. jangan terlalu cepat berbaring setelah minum obat...
  7. ketika battery HP tinggal satu bar, jangan angkat telepon karena radiasi meningkat hingga 100 kali lipat...!
  8. Teruskan pesan ini ke orang-orang yang kita sayangi... dan yakinlah bahwa kebaikan hati... nggak akan pernah merugikan kita.

OBAT PATAH HATI

OBAT PATAH HATI


Siapa sih yang nggak pernah merasakan patah hati? Mau yang ditinggalin pacar ataupun cintanya ditolak sama pujaan hati. Kalau udah terserang patah hati dunia serasa runtuh... Nah biar kamu bisa melalui patah hati coba deh cara-cara berikut ini. Mungkin bisa membantu kamu untuk sembuh dari penyakit patah hati.

Hadapilah dengan senyuman

Kehilangan atau berpisah orang yang benar benar kita sayangi memang menyakitkan. Tapi janganlah jadikan semua itu sebagai alasan kamu untuk terus terpuruk dalam kesedihan. Yakinlah pada dirimu kalau semuanya baik baik saja dan dibalik semua itu pasti ada sesuatu yang lebih indah nantinya... Terkadang penyangkalan seperti ini membantu kamu untuk bisa melalu patah hati dan membuat kamu selalu berpikir positif dalam menghadapi suatu ujian hidup.

Simpan semua barang pemberiannya??

Banyak orang yang bilang simpanlah semua barang-barang pemberian dia foto dia dsb mengenai dia jangan sampai terlihat pandangan mata kita. Sebaiknya hadapilah kenyataan dengan hati yang terbuka dan lapang. Semakin kamu menghindarinya semakin sulit pula kamu melupakannya. Tapi bagaimana kalau kamu benar benar nggak kuat dan teringat ingat terus akan dirinya saat melihat hadiah hadiah pemberiannya? Yah.. daripada disimpen saja. lebih baik kamu sumbangin ke orang lain saja.. Selain bisa mengobati rasa sakitmu kamu bisa sekalian beramal dan menyenangkan orang lain. Rasa terimakasih orang lain yang kamu beri bisa juga menjadi doa untukmu.

Cari pacar baru???

Banyak yang bilang. “Kalau putus cari aja pacar baru..” Setiap ada yang nembak langsung di terima.. padahal sebenarnya kamu nggak cinta dengannya. Orang yang lagi patah hati seringkali memutuskan suatu hal dengan emosional.. daripada ujung ujungnya cuma buat pelarian dan mengisi ruang hatimu yang lagi kosong saja. Lebih baik tahan egomu.. instropeksilah apa yang salah antara hubungan kamu dengannya. Perbaikilah segala tindakanmu yang salah agar dihubungan kamu berikutnya kamu bisa lebih baik lagi.

Butuh proses..

Untuk sembuh dari patah hati butuh proses. Rasa sakit hati patah hati akan pudar seiring waktu berjalan. Jangan habiskan waktumu menyendiri murung menyesali dan bertanya “kenapa.. kenapa.. dia nolak atau ninggalin gw”… rasa sakit akan hilang sejalan dengan flukstuasi waktu. Perbanyaklah kegiatan untuk mengalihkan rasa kesepian dan sedihmu. Misalnya mengikuti kursus melakukan hobimu atau aktif di organisasi. Selain bisa menambah wawasan siapa tahu kamu akan berkenalan dengan orang baru yang lebih baik darinya.

Inti dari semua itu adalah bagaimana kamu bisa mengikhlaskan dan berdamai dengan masa lalu. Selain itu jadikanlah saat saat patah hatimu sebagai momen untuk memperbaiki diri.

Minggu, 24 Mei 2009

30 KIAT MENDIDIK ANAK

30 KIAT MENDIDIK ANAK

Apabila telah tampak tanda-tanda tamyiz pada seorang anak, maka selayaknya dia mendapatkan perhatian sesrius dan pengawasan yang cukup. Sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal-hal yang baik, maka ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga orang tua dan pendidiknya ikut serta memperoleh pahala. Sebaliknya, jika ia dibiasakan dengan hal-hal buruk, maka ia akan tumbuh dengan keburukan itu. Maka orang tua dan pedidiknya juga ikut memikul dosa karenanya.

Oleh karena itu, tidak selayaknya orang tua dan pendidik melalaikan tanggung jawab yang besar ini dengan melalaikan pendidikan yang baik dan penanaman adab yang baik terhadapnya sebagai bagian dari haknya.

Di antara adab-adab dan kiat dalam mendidik anak adalah sebagai berikut:

1. Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan sebelum yang lainnya (yang lebih tua, red).
Kemudian cegahlah ia dari memandangi makanan dan orang yang sedang makan.

2. Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan. Hendaknya mengunyahnya dengan baik dan jangan memasukkan makanan ke dalam mulut sebelum habis yang di mulut. Suruh ia agar berhati-hati dan jangan sampai mengotori pakaian.

3. Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan (harus pakai lauk ikan, daging dan lain-lain) supaya tidak menimbulkan kesan bahwa makan harus dengannya. Juga diajari agar tidak terlalu banyak makan dan memberi pujian kepada anak yang demikian. Hal ini
untuk mencegah dari kebiasaan buruk, yaitu hanya memen-tingkan perut saja.

4. Ditanamkan kepadanya agar mendahulukan orang lain dalam hal makanan dan dilatih dengan makanan sederhana, sehingga tidak terlalu cinta dengan yang enak-enak yang pada akhirnya akan sulit bagi dia melepaskannya.

5. Sangat disukai jika ia memakai pakaian berwarna putih, bukan warna-warni dan bukan dari sutera. Dan ditegaskan bahwa sutera itu hanya untuk kaumwanita.

6. Jika ada anak laki-laki lain memakai sutera, maka hendaknya mengingkarinya. Demikian juga jika dia isbal (menjulurkan pakaiannya hingga melebihi mata kaki). Jangan sampai mereka terbiasa dengan hal- hal ini.

7. Selayaknya anak dijaga dari bergaul dengan anak-anak yang biasa bermegah-megahan dan bersikap angkuh. Jika hal ini dibiarkan maka bisa jadi ketika dewasa ia akan berakhlak demikian. Pergaulan yang jelek akan berpengaruh bagi anak. Bisa jadi setelah dewasa ia memiliki akhlak buruk, seperti: Suka berdusta, mengadu domba, keras kepala, merasa hebat dan lain-lain, sebagai akibat pergaulan yang salah di masa kecilnya. Yang demikian ini, dapat dicegah dengan
memberikan pendidikan adab yang baik sedini mungkin kepada mereka.

8. Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca al Qur'an dan buku-buku, terutama di perpustakaan. Membaca al Qur'an dengan tafsirnya,hadits-hadits Nabi n dan juga pelajaran fikih dan lain-lain. Diajuga harus dibiasakan menghafal nasihat-nasihat yang baik, sejarah orang-orang shalih dan kaum zuhud, mengasah jiwanya agar senantiasa mencintai dan menela-dani mereka.

Dia juga harus diberitahu tentang buku dan faham Asy'ariyah, Mu'tazilah, Rafidhah dan juga kelompok-kelompok bid'ah lainnya agar tidak terjerumus ke dalamnya. Demikian pula aliran-aliran sesat yang banyak ber-kembang di daerah sekitar, sesuai dengan tingkat kemampuan anak.

9. Dia harus dijauhkan dari syair-syair cinta gombal dan hanya sekedar menuruti hawa nafsu, karena hal ini dapat merusak hati dan jiwa.

10. Biasakan ia untuk menulis indah (khath) dan mengahafal syair-syair tentang kezuhudan dan akhlak mulia. Itu semua menunjukkan kesempurnaan sifat dan merupakan hiasan yang indah.

11. Jika anak melakukan perbuatan terpuji dan akhlak mulia jangan segan-segan memujinya atau memberi penghargaan yang dapat membahagiakannya. Jika suatu kali melakukan kesalahan, hendaknya jangan disebarkan di hadapan orang lain sambil dinasihati bahwa apa yang
dilakukannya tidak baik.

12. Jika ia mengulangi perbuatan buruk itu, maka hendaknya dimarahi di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya. Katakan kepadanya jika terus melakukan itu, maka orang-orang akan membenci dan meremehkannya. Namun jangan terlalu sering atau mudah memarahi, sebab yang demikian akan menjadikannya kebal dan tidak terpengaruh lagi dengan kemarahan.

13. Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam berkomunikasi dengan anak. Jangan menjelek-jelekkan atau bicara kasar, kecuali pada saat tertentu. Sedangkan seorang ibu hendaknya menciptakan perasaan hormat dan segan terhadap ayah dan memperingatkan anak-anak bahwa jika berbuat buruk maka akan mendapat ancaman dan kemarahan dari ayah.

14. Hendaknya dicegah dari tidur di siang hari karena menyebabkan rasa malas (kecuali benar-benar perlu). Sebaliknya, di malam hari jika sudah ingin tidur, maka biarkan ia tidur (jangan paksakan dengan aktivitas tertentu, red) sebab dapat menimbulkan kebosanan dan melemahnya kondisi badan.

15. Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena mengakibatkan badan menjadi terlena dan hanyut dalam kenikmatan. Ini dapat mengakibatkan sendi-sendi menjadi kaku karena terlalu lama tidur dan kurang gerak.

16. Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, sebab ketika ia melakukannya, tidak lain karena adanya keyakinan bahwa itu tidak baik.

17. Biasakan agar anak melakukan olah raga atau gerak badan di waktu pagi agar tidak timbul rasa malas. Jika memiliki ketrampilan memanah (atau menembak, red), menunggang kuda, berenang, maka tidak mengapa menyibukkan diri dengan kegiatan itu.

18. Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan bertolak (berkacak) pinggang seperti perbuatan orang yang membangggakan diri.

19. Melarangnya dari membangga-kan apa yang dimiliki orang tuanya, pakaian atau makanannya di hadapan teman sepermainan. Biasakan ia bersikap tawadhu', lemah lembut dan menghormati temannya.

20. Tumbuhkan pada anak (terutama laki-laki) agar tidak terlalu mencintai emas dan perak serta tamak terhadap keduanya. Tanamkan rasa takut akan bahaya mencintai emas dan perak secara berlebihan, melebihi rasa takut terhadap ular atau kalajengking.

21. Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik temannya, baik dari keluarga terpandang (kaya), sebab itu merupakan cela, kehinaan dan menurunkan wibawa, maupun dari yang fakir, sebab itu adalah sikap tamak atau rakus. Sebaliknya, ajarkan ia untuk memberi karena itu adalah perbuatan mulia dan terhormat.

22. Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tengah majlis atau tempat umum, membuang ingus ketika ada orang lain, membelakangi sesama muslim dan banyak menguap.

23. Ajari ia duduk di lantai dengan bertekuk lutut atau dengan menegakkan kaki kanan dan menghamparkan yang kiri atau duduk dengan memeluk kedua punggung kaki dengan posisi kedua lutut tegak.
Demikian cara-cara duduk yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam.

24. Mencegahnya dari banyak berbicara, kecuali yang bermanfaat atau dzikir kepada Allah.

25. Cegahlah anak dari banyak bersumpah, baik sumpahnya benar atau dusta agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan.

26. Dia juga harus dicegah dari perkataan keji dan sia-sia seperti melaknat atau mencaci maki. Juga dicegah dari bergaul dengan orang-orang yang suka melakukan hal itu.

27. Anjurkanlah ia untuk memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam kondisi sulit. Pujilah ia jika bersikap demikian, sebab pujian akan mendorongnya untuk membiasakan hal tersebut.

28. Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk melepaskan kepenatan atau refreshing, setelah selesai belajar, membaca di perpustakaan atau melakukan kegiatan lain.

29. Jika anak telah mencapai usia tujuh tahun maka harus diperintahkan untuk shalat dan jangan sampai dibiarkan meninggalkan bersuci (wudhu) sebelumnya. Cegahlah ia dari berdusta danberkhianat. Dan jika telah baligh, maka bebankan kepadanya perintah-perintah.

30. Biasakan anak-anak untuk bersikap taat kepada orang tua, guru, pengajar (ustadz) dan secara umum kepada yang usianya lebih tua.
Ajarkan agar memandang mereka dengan penuh hormat. Dan sebisa mungkin dicegah dari bermain-main di sisi mereka (mengganggu mereka).

Demikian adab-adab yang berkaitan dengan pendidikan anak di masa tamyiz hingga masa-masa menjelang baligh. Uraian di atas adalah ditujukan bagi pendidikan anak laki-laki. Walau demikian, banyak di antara beberapa hal di atas, yang juga dapat diterapkan bagi pendidikan anak perempuan.

Wallahu a'lam.

Dari mathwiyat Darul Qasim "tsalasun wasilah li ta'dib al abna''"
asy Syaikh Muhammad bin shalih al Utsaimin rahimahullah .
Diterjemahkan oleh, Ubaidillah Masyhadi

Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak

Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak

Prof. Dr. KH Jalaluddin Rakhmat

Waktu itu, dini hari, di sebuah rumah sederhana. Rahman dan isterinya terbangun karena mendengar derak pintu terbuka. Dipasangnya telinganya tajam-tajam. Mereka yakin suara itu berasal dari kamar anaknya, yang berusia tujuh tahun. Langkah-langkah kecil, terdengar seperti berjingkat-jingkat, bergerak menuju satu-satunya kamar mandi di rumah itu. Mereka mendengar suara air mengalir yang disusul dengan suara gerakan membasuh. Langkah-langkah kecil itu kembali ke kamarnya. Walaupun sayup,karena dinihari yang hening, mereka mendengar suara bacaan Al-Quran. Anak itu rupanya sedang melakukan salat malam. Tiba-tiba keduanya merasakan air mata hangat membasahi pipinya.

Kisah ini disampaikan kepada saya oleh Pak Rahman, ketika saya masih menjadi guru mengaji anak-anak di kampung tempat tinggal saya. Karena kejadian itu, kedua orang tua itu mulai melakukan salat dan meninggalkan perjudian populer-lotto. Ini terjadi kira-kira tiga puluh tahun yang lalu. Saya mendengar kejadian lain yang hampir mirip dengan itu dua atau tiga tahun tahun yang lalu.

Kali ini, saya menjadi direktur SMU (Plus) Muthahhari. Seorang ibu, orangtua murid yang baru lulus, datang dari Banten. Ia meminta bantuan saya untuk mengirim Rahmat ke Jerman. Ia sudah meyakinkan anaknya bahwa ia tidak akan mampu untuk membiayainya. Tetapi anaknya berulang-kali meyakinkan orangtuanya, bahwa Tuhan pasti akan memberikan jalan. Ditengah-tengah pembicaraan, ibu itu bercerita tentang perubahan perilaku anaknya setelah masuk sekolah kami. Waktu pulang kampung, ia banyak menaruh perhatian pada tetangga-tetangganya yang miskin. Menjelang Lebaran, seperti biasanya, ibu itu memberi anaknya uang untuk membeli pakaian baru. Rahmat menerima uang itu seraya minta izin untuk memberikannya pada tukang becak tetangganya. "Uang ini jauh lebih berharga bagi dia ketimbang saya, Bu," kata Rahmat. Ibunya bercerita sambil meneteskan air mata. Kedua kisah nyata di atas menyajikan contoh anak yang cerdas secara spiritual. Keduanya terjadi jauh sebelum konsep kecerdasan spiritual ramai diperbincangkan. Karena saya tidak ingin bertele-tele mendiskusikan apa yang disebut SQ, dan hanya untuk menyamakan pengertian SQ, saya akan mengutip lima karakteristik orang yang cerdas secara spiritual menurut Roberts A.

Emmons, The Psychology of Ultimate Concerns:

(1) kemampuan untuk mentransendensikan yang fisik dan material;

(2) kemampuan untuk mengalami tingkat kesadaran yang memuncak;

(3) kemampuan untuk mensakralkan pengalaman sehari-hari;

(4) kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber spiritual buat menyelesaikan masalah; dan kemampuan untuk berbuat baik.

Dua karakteristik yang pertama sering disebut sebagai komponen inti kecerdasan spiritual. Anak yang merasakan kehadiran Tuhan atau makhluk ruhaniyah di sekitarnya mengalami transendensi fisikal dan material. Ia memasuki dunia spiritual. Ia mencapai kesadaran kosmis yang menggabungkan dia dengan seluruh alam semesta. Ia merasa bahwa alamnya tidak terbatas pada apa yang disaksikan dengan alat-alat indrianya. Anak Pak Rahman pada kisah pertama memiliki kedua ciri ini, terutama ketika ia menyampaikan doa-doa personalnya dalam salat malamnya.

Sanktifikasi pengalaman sehari-hari, ciri yang ketiga, terjadi ketika kita meletakkan pekerjaan biasa dalam tujuan yang agung. Konon, pada abad pertengahan seorang musafir bertemu dengan dua orang pekerja yang sedang mengangkut batu-bata. Salah seorang di antara mereka bekerja dengan muka cemberut, masam, dan tampak kelelahan. Kawannya justru bekerja dengan ceria, gembira, penuh semangat. Ia tampak tidak kecapaian. Kepada keduanya ditanyakan pertanyaan yang sama, "Apa yang sedang Anda kerjakan? "Yang cemberut menjawab, "Saya sedang menumpuk batu." Yang ceria berkata, "Saya sedang membangun katedral!" Yang kedua telah mengangkat pekerjaan "menumpuk bata" pada dataran makna yang lebih luhur. Ia telah melakukan sanktifikasi.

Orang yang cerdas secara spiritual tidak memecahkan persoalan hidup hanya secara rasional atau emosional saja. Ia menghubungkannya dengan makna kehidupan secara spiritual. Ia merujuk pada warisan spiritual -seperti teks-teks Kitab Suci atau wejangan orang-orang suci- untuk memberikan penafsiran pada situasi yang dihadapinya, untuk melakukan definisi situasi.

Ketika Rahmat diberitahu bahwa orang tuanya tidak akan sanggup menyekolahkannya ke Jerman, ia tidak putus asa. Ia yakin bahwa kalau orang itu bersungguh-sungguh dan minta pertolongan kepada Tuhan, ia akan diberi jalan. Bukankah Tuhan berfirman, "Orang-orang yang bersungguh-sungguh dijalan Kami, Kami akan berikan kepadanya jalan-jalan Kami"? Bukankah Heinrich Heine memberikan inspirasi dengan kalimatnya "Den Menschen machtseiner Wille gro=DF und klein"? Rahmat memiliki karakteristik yang ke empat. Tetapi Rahmat juga menampakkan karakteristik yang ke lima: memiliki rasa kasih yang tinggi pada sesama makhluk Tuhan. "The fifth and final component of spiritual intelligence refers to the capacity to engage invirtuous behavior: to show forgiveness, to express gratitude, to be humble, to display compassion and wisdom," tulis Emmons. Memberi maaf, bersyukur atau mengungkapkan terimakasih, bersikap rendah hati, menunjukkan kasih sayang dan kearifan, hanyalah sebagian dari kebajikan. Karakteristikterakhir ini mungkin disimpulkan dalam sabda nabi Muhammad saw, "Amal paling utama ialah engkau masukkan rasa bahagia pada sesama manusia."

Kiat-kiat mengembangkan SQ anak Dengan pengertian di atas, berikut ini saya sampaikan secara singkat kiat-kiat untuk mengembangkan SQ anak-anak kita.

(1) Jadilah kita "gembala spiritual" yang baik,

(2) bantulah anak untuk merumuskan "missi" hidupnya,

(3) baca kitab suci bersama-sama dan jelaskan maknanya dalam kehidupan kita,

(4) ceritakan kisah-kisah agung dari tokoh-tokoh spiritual,

(5) diskusikan berbagai persoalan dengan perspektif ruhaniah,

(6) libatkan anak dalam kegiatan-kegiatan ritual keagamaan,

(7) bacakan puisi-puisi, atau lagu-lagu yang spiritual dan inspirasional,

(8) bawa anak untuk menikmati keindahan alam,

(9) bawa anak ke tempat-tempat orang yang menderita, dan

(10) ikut-sertakan anak dalam kegiatan-kegiatan sosial.

1. Jadilah gembala spiritual. Orang tua atau guru yang bermaksud mengembangkan SQ anak haruslah seseorang yang sudah mengalami kesadaran spiritual juga. Ia sudah "mengakses" sumber-sumber spiritual untuk mengembangkan dirinya. Seperti disebutkan di atas -yakni karakteristik orang yang cerdas secara spiritual, ia harus dapat merasakan kehadiran dan peranan Tuhan dalam hidupnya. "Spiritual intelligence is the faculty of our non-material dimension- the human soul," kata Khalil Khavari. Ia harus sudah menemukan makna hidupnya dan mengalami hidup yang bermakna. Ia tampak pada orang-orang di sekitarnya sebagai "orang yang berjalan dengan membawa cahaya." (Al-Quran 6:122). Ia tahu ke mana ia harus mengarahkan bahteranya. Ia pun menunjukkan tetap bahagia di tengah taufan dan badai yang melandanya. "Spiritual intelligence empowers us to be happy in spite of circumstances and not because of them," masih kata Khavari. Bayangkalah masa kecil kita dahulu. Betapa banyaknya perilaku kita terilhami oleh orang-orang yang sekarang kita kenal sebagai orang yang berSQ tinggi. Dan orang-orang itu boleh jadi orang-tua kita, atau guru kita, atau orang-orang kecil di sekitar kita.

2. Rumuskan missi hidup. Nyatakan kepada anak bahwa ada berbagai tingkat tujuan, mulai dari tujuan paling dekat sampai tujuan paling jauh, tujuan akhir kita. Kepada saya datang seorang anak muda dari Indonesia bagian timur. Ia meminta bantuan saya untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi swasta, setelah gagal di UMPTN. Ia tidak punya apa pun kecuali kemauan. Sayang, ia belum bisa merumuskan keinginannya dalam kerangka missi yang luhur. Berikut ini adalah cuplikan percakapan kami:

* Saya ingin belajar, Pak

* Untuk apa kamu belajar?

* Saya ingin mendapat pekerjaan.

* Jika belajar itu hanya untuk dapat pekerjaan, saya beri kamu pekerjaan.

* Tinggallah di rumahku. Cuci mobilku, dan saya bayar.

* Saya ingin belajar, Pak

* Untuk apa kamu belajar?

* Saya ingin mendapat pengetahuan

* Jika tujuan kamu hanya untuk memperoleh pengetahuan, tinggallah bersamaku. Saya wajibkan kamu setiap hari untuk membaca buku. Kita lebih banyak memperoleh pengetahuan dari buku ketimbang sekolah.

* Tetapi saya ingin masuk sekolah.

* Untuk apa kamu masuk sekolah?

* Saya bingung, Pak.

Saya sebenarnya ingin mengarahkan dia untuk memahami tujuan luhur dia. Dengan menggunakan teknik "what then, se=F1or" dalam anekdot Danah Zohar,kita dapat membantu anak untuk menemukan missinya. Jika kamu sudah sekolah, kamu mau apa? Aku mau jadi orang pintar. Jika sudah pintar, mau apa, what then? Dengan kepintaranku, aku akan memperoleh pekerjaan yang bagus. Jika sudah dapat pekerjaan, mau apa? Aku akan punya duit banyak.Jika sudah punya duit banyak, mau apa? Aku ingin bantu orang miskin, yang di negeri kita sudah tidak terhitung jumlahnya. Sampai di sini, kita sudah membantu anak untuk menemukan tujuan hidupnya.

3. Baca Kitab Suci. Setiap agama pasti punya kitab suci. Begitu keterangan guru-guru kita. Tetapi tidak setiap orang menyediakan waktu khusus untuk memperbincangkan kitab suci dengan anak-anaknya. Di antara pemikir besar Islam, yang memasukkan kembali dimensi ruhaniah ke dalam khazanah pemikiran Islam, adalah Dari Muhammad Iqbal. Walaupun ia dibesarkan dalam tradisi intelektual barat, ia melakukan pengembaraan ruhaniah bersama Jalaluddin Rumi dan tokoh-tokoh sufi lainnya. Boleh jadi, yang membawa Iqbal ke situ adalah pengalaman masa kecilnya. Setiap selesai salat Subuh, ia membaca Al-Quran. Pada suatu hari, bapaknya berkata, "Bacalah Al-Quran seakan-akan ia diturunkan untukmu!" Setelah itu, kata Iqbal, "aku merasakan Al-Quran seakan-akan berbicara kepadaku."

4. Ceritakan kisah-kisah agung. Anak-anak, bahkan orang dewasa, sangat terpengaruh dengan cerita. "Manusia," kata Gerbner, "adalah satu-satunya makhluk yang suka bercerita dan hidup berdasarkan cerita yang dipercayainya." Para Nabi mengajar umatnya dengan parabel atau kisah perumpamaan. Para sufi seperti Al-'Attar, Rumi, Sa'di mengajarkan kearifan perenial dengan cerita. Sekarang Jack Canfield memberikan inspirasi pada jutaan orang melalui Chicken Soup-nya. Kita tidak akan kekurangan cerita luhur, bila kita bersedia menerima cerita itu dari semua sumber. Saya senang berdiskusi dengan anak-anak saya bukan hanya kisah-kisah Islam saja, juga cerita-cerita dalam Alkitab, kisah-kisah dari Cina dan India, mitologi Yunani, dongeng-dongeng dari berbagai tempat di tanah air, sejak kisah-kisah pewayangan di Jawa sampai dongeng-dongeng dari Maluku. Begitu pula, saya membaca cerita-cerita Andersen, fabel-fabelnya Jean de la Fontaine, sampai Crayon Sin Chan. Saya selalu menemukan pelajaran berharga di dalamnya. Saya bagikan pelajaran itu pada anak-anak saya, yang dilahirkan baik oleh isteri saya, maupun oleh isteri-isteri orang lain (misalnya, yang saya ajar di sekolah saya).



5. Diskusikan berbagai persoalan dengan perspektif ruhaniah. Melihat dari perspektif ruhaniah artinya memberikan makna dengan merujuk pada Rencana Agung Ilahi (Divine Grand Design). Mengapa hidup kita menderita? Kita sedang diuji Tuhan. Dengan mengutip Rumi secara bebas, katakan kepada anak kita bahwa bunga mawar di taman bunga hanya merkah setelah langit menangis. Anak kecil tahu bahwa ia hanya akan memperoleh air susu dari dada ibunya setelah menangis. Penderitaan adalah cara Tuhan untuk membuat kita menangis. Menangislah supaya Sang Perawat Agung memberikan susu keabadian kepadamu. Mengapa kita bahagia? Perhatikan bagaimana Tuhan selalu mengasihi kita, berkhidmat melayani keperluan kita, bahkan jauh sebelum kita dapat menyebut asma-Nya

6. Libatkan anak dalam kegiatan-kegiatan ritual keagamaan. Kegiatan agama adalah cara praktis untuk "tune in" dengan Sumber dari Segala Kekuatan. Ambillah bola lampu listrik di rumah Anda. Bahaslah bentuknya, strukturnya, komponen-komponennya, kekutan cahayanya, voltasenya, dan sebagainya. Anda pasti menggunakan sains. Kegiatan agama adalah kabel yang menghubungkan bola lampu itu dengan sumber cahaya. Sembahyang, dalam bentuk apa pun, mengangkat manusia dari pengalaman fisikal dan material ke pengalaman spiritual. Untuk itu, kegiatan keagamaan tidak boleh dilakukan dengan terlalu banyak menekankan hal-hal yang formal. Berikan kepada anak-anak kita makna batiniah dari setiap ritus yang kita lakukan. Sembahyang bukan sekedar kewajiban. Sembahyang adalah kehormatan untuk menghadap Dia yang Mahakasih dan Mahasayang!

7. Bacakan puisi-puisi, atau lagu-lagu yang spiritual dan inspirasional. Seperti kita sebutkan di atas, manusia mempunyai dua fakultas, fakultas untuk mencerap hal-hal material dan fakultas untuk mencerap hal-hal spiritual. Kita punya mata lahir dan mata batin. Ketika kita berkata "masakan ini pahit", kita sedang menggunakan indra lahiriah kita. Tetapi ketika kita berkata "keputusan ini pahit", kita sedang menggunakan indra batiniah kita. Empati, cinta, kedamaian, keindahan hanya dapat dicerap dengan fakultas spiritual kita (Ini yang kita sebut sbg SQ). SQ harus dilatih. Salah satu cara melatih SQ ialah menyanyikan lagu-lagu ruhaniah atau membacakan puisi-puisi. Jika Plato berkata "pada sentuhan cinta semua orang menjadi pujangga", kita dapat berkata "pada sentuhan puisi semua orang menjadi pecinta."

8. Bawa anak untuk menikmati keindahan alam. Teknologi moderen dan kehidupan urban membuat kita teralienasi dari alam. Kita tidak akrab lagi dengan alam. Setiap hari kita berhubungan dengan alam yang sudah dicemari, dimanipulasi, dirusak. Alam tampak di depan kita sebagai musuh setelah kita memusuhinya. Bawalah anak-anak kita kepada alam yang relatif belum banyak tercemari. Ajak mereka naik ke puncak gunung. Rasakan udara yang segar dan sejuk. Dengarkan burung-burung yang berkicau dengan bebas. Hirup wewangian alami. Ajak mereka ke pantai. Rasakan angin yang menerpa tubuh. Celupkan kaki kita dan biarkan ombak kecil mengelus-elus jemarinya. Dan seterusnya. Kita harus menyediakan waktu khusus bersama mereka untuk menikmati ciptaan Tuhan, setelah setiap hari kita dipengapkan oleh ciptaan kita sendiri.

9. Bawa anak ke tempat-tempat orang yang menderita. Nabi Musa pernah berjumpadengan Tuhan di Bukit Sinai. Setelah ia kembali ke kaumnya, ia merindukan pertemuan dengan Dia. Ia bermunajat, "Tuhanku, di mana bisa kutemui Engkau." Tuhan berfirman, "Temuilah aku di tengah-tengah orang-orang yang hancur hatinya." Di sekolah kami ada program yang kami sebut sebagai "spiritual camping". Kami bawa anak-anak ke daerah pedesaan, di mana alam relatif belum terjamah oleh teknologi. Malam hari, mereka mengisi waktunya dengan beribadat dan tafakkur. Siang hari mereka melakukan action research, untuk mencari dan meneliti kehidupan orang yang paling miskin disekitar itu. Seringkali, ketika mereka melaporkan hasil penelitian itu, mereka menangis. Secara serentak, mereka menyisihkan uang mereka untukmemberkan bantuan. Dengan begitu, mereka dilatih untuk melakukan kegiatan sosial juga.

10. Ikut-sertakan anak dalam kegiatan-kegiatan sosial. Saya teringat cerita nyata dari Canfield dalam Chicken Soup for the Teens. Ia bercerita tentang seorang anak yang "catatan kejahatannya lebih panjang dari tangannya." Anak itu pemberang, pemberontak, dan ditakuti baik oleh guru maupun kawan- kawannya. Dalam sebuah acara perkemahan, pelatih memberikan tugas kepadanya untuk mengumpulkan makanan untuk disumbangkan bagi penduduk yang termiskin. Ia berhasil memimpin kawan-kawannya untuk mengumpulkan dan membagikan makanan dalam jumlah yang memecahkan rekor kegiatan sosial selama ini. Setelah makanan, mereka mengumpulkan selimut dan alat-alat rumah tangga. Dalam beberapa minggu saja, anak yang pemberang itu berubah menjadi anak yang lembut dan penuh kasih. Seperti dilahirkan kembali, ia menjadi anak yang baik - rajin, penyayang, dan penuh tanggung jawab.

Dikutip dari artikel lepas Yayasan Muthahari

Mahabenar Allah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Semoga bermanfaat

Billahit-taufiq wal-hidayah Wassalamualaikum wr.wb

Minggu, 10 Mei 2009

BILA ORTU TAK MERESTUI...

Dah lama pacaran tapi ortu lom ngasih lampu ijo juga? Wah…bisa runyam nie urusannya!!! Gimana enggak coba? Dalam menjalin suatu hubungan, restu orang tua itu sangat berperan penting dalam kelanggengan hubungan kalian lho nantinya. Karena apa? Restu orang tua adalah restu dari Tuhan juga soalnya. Apalagi klo hubungan lolo semua dah pada serius and mengarah ke jenjang pernikahan. Harus dikasih solusi secepatnya nehh...

Tenang...tenang...intip deh 5 tips menarik di bawah ini tentang bagaimana ngedapetin restu dari ortu...

Perkenalkan pada keluarga

Semakin cepat lo ngenalin pacar ma ortu or keluarga, semakin cepat pula lo bisa tau reaksi and penilaian mereka terhadap pacar lo. Kiat ini bagus juga wat jaga2, klo misalnya terjadi masalah, lo kan bisa langsung mengantisipasi, iya gak ... ?!!

Diskusikan bersama

Daripada BeTe, tanya aja langsung ma ortu, apa alasan mereka tak menyetujui hubungan kalian. Diskusikan dan cari jalan tengahnya. Siapa tahu, mereka salah menilai tentang pilihan lo or sebaliknya. Tapi ingat ya, sikap dan ucapan harus tetap dijaga.

Perhatikan keluarga

Sesibuk apapun, jangan lupa wat nunjukkin cinta ‘n perhatian lo ama keluarga. "Yakinkan ortu and keluarga, bahwa kedudukan mereka tak tergantikan oleh siapapun?.

Baca situasi

Jangan mengambil keputusan saat ortu and keluarga blom 'sreg' dengan pilihan lo. Tunggu sampai mereka memberi 'lampu hijau'. Diperlukan kesabaran dalam hal ini, tapi jika lo gigih dan beritikad baik, mereka akan luluh juga kok pada akhirnya ^_^

Hadapi berdua

Seburuk apapun kenyataan yang akan terjadi, hadapi b2 dengan pasangan and tetap berpegang pada komitmen yang tlah disepakati. "Lo memang perlu mendengarkan pendapat orang lain, tapi semua kembali pada komitmen b2 untuk menjalaninya kan??!”.

Gimana Guys ...??? Patut dicoba kan ...?!!

Kamis, 07 Mei 2009

Tips Pede Ngomong di Depan Umum

Tips Pede Ngomong di Depan Umum..

Seringkali kita grogi ketika harus bicara didepan umum. Bahkan tak jarang pula deg-degan atau keluar keringat dingin… parahnya lagi kalau kita blank dan nggak tahu apa yang kita ingin kita omongin di depan umum. Nah bagaimana sih untuk mengatasi semua itu?

Ala bisa karena biasa Sering dengar kan kalimat “practices makes perfect”? coba deh kamu terapin… seperti latihan bicara didepan cermin sebelum kamu tampil aktif dalam organisasi aktif berdiskusi kalau sudah terbiasa lama kelamaan dah jadi biasa dan kamu nggak kan grogi lagi kalau bicara didepan umum.

Hadapi saja

Banyak orang yang bilang kalau tampil di depan umum“anggap saja didepanmu nggak ada orang ”… bahkan ada yang bilang anggap aja didepanmu batu semua”. Lah kalau nggak ada orang kita ngomong ma sapa dong??? Nah lebih baik kita hadapi audience kita. Anggaplah mereka teman – teman dekat kita. Sehingga kita lebih mudah mempresentasikan apa yang ingin kita sampaikan. Tatap mata mereka dan komunikasikan apa yang kita ingin sampaikan dihadapan umum. Dengan kontak mata kamu bisa menghilangkan rasa gugupmu.

Sama Saja

Sebenarnya ngomong didepan umum itu nggak ada masalah. Sedari kecil kita sudah belajar ngomong dan sering bercerita panjang lebar menceritakan sesuatu. Nah apa bedanya dengan bicara didepan orang banyak? Tetaplah percaya diri. Karena sebenarnya orang lain juga akan merasakan hal yang sama ketika ada dalam posisimu.

Tenang

Ketika berada di depan umum berpikirlah positif jangan takut salah atau ditertawakan. Kalau kamu suka gemetaran saat bicara di depan umum. Bila memungkinkan coba deh kamu memegang suatu benda seperti pulpen kertas dsbnya untuk mengalihkan rasa gugupmu.

Perhatikan Penampilan

Tidak dapat dipungkiri penampilan juga cukup menunjang kepercayaan diri seseorang. Untuk itu persiapkanlah penaampilamu mulai dari atas sampai bawah. Gunakan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan kondisi saat kamu ingin mempresentasikan sesuatu.

EYD

Biasakanlah menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. Sehingga ketika suatu kali kamu harus berbicara di suatu tempat yang formal kamu tidak perlu kagok lagi untuk merangkai kata-kata yang ingin kamu sampaikan

Kuasai Bahan

Sebelum maju ke depan kamu pelajari dan kuasai dulu materi yang akan kamu presentasikan di hadapan pendengar nanti. Jika kamu tidak memahami apa yang ingin kamu sampaikan bisa bisa kamu malah blank dan nggak bisa mengontrol apa yang akan kamu sampaikan ke audience. Dengan menguasai materi kamu akan menjadi lebih pede dan lebih mantap dalam menyampaikan materi.

Timbak Balik

Saat berbicara di depan umum kita tidak berbicara untuk diri kita tapi untuk disampaikan kepada pendengar. Aturlah intonasi suara kita mimik serta pandangan mata kita.
Buatlah suasana serileks mungkin berikanlah perhatian pada audience kalau kita juga ingin diperhatikan oleh audience

Selasa, 28 April 2009

SOLUSI MENJADI HIDUP BAGIAN 3

3. Jangan Mempersulit Diri

Andaikata kita mau jujur, sesungguhnya kita ini paling hobi mengarang, mendramatisasi, dan Mempersulit diri. Sebagian besar penderitaan kita adalah hasil dramatisasi perasaan dan pikiran sendiri. Selain tidak pada tempatnya, pasti ia juga membuat masalah akan menjadi lebih besar, lebih seram, lebih dahsyat, lebih pahit, lebih gawat, lebih pilu daripada kenyataan yang aslinya, Tentu pada akhirnya kita akan merasa jauh lebih nelangsa, lebih repot di dalam menghadapinya/mengatasinya.

Orang yang menghadapi masa pensiun, terkadang jauh sebelumnya sudah merasa sengsara. Terbayang di benaknya saat gaji yang kecil, yang pasti tidak akan mencukupi kebutuhannya. Padahal, saat masih bekerja pun gajinya sudah pas-pasan. Ditambah lagi kebutuhan anak-anak yang kian membengkak, anggaran rumah tangga plus listrik, air, cicilan rumah yang belum lunas dan utang yang belum terbayar. Belum lagi sakit, tak ada anggaran untuk pengobatan, sementara umur makin menua, fisik kian melemah, semakin panjang derita kita buat, semakin panik menghadapi pensiun. Tentu saja sangat boleh kita memperkirakan kenyataan yang akan terjadi, namun seharusnya terkendali dengan baik. Jangan sampai perkiraan itu membuat kita putus asa dan sengsara sebelum waktunya.

Begitu banyak orang yang sudah pensiun ternyata tidak segawat yang diperkirakan atau bahkan jauh lebih tercukupi dan berbahagia daripada sebelumnya. Apakah Allah SWT. yang Mahakaya akan menjadi kikir terhadap para pensiunan, atau terhadap kakek-kakek dan nenek-nenek? Padahal, pensiun hanyalah salah satu episode hidup yang harus dijalani, yang tidak mempengaruhi janji dan kasih sayang Allah.

Maka, di dalam menghadapi persoalan apa pun jangan hanyut tenggelam dalam pikiran yang salah. Kita harus tenang, menguasai diri seraya merenungkan janji dan jaminan pertolongan Allah Swt. Bukankah kita sudah sering melalui masa-masa yang sangat sulit dan ternyata pada akhirnya bisa lolos?

Yakinlah bahwa Allah yang Mahatahu segalanya pasti telah mengukur ujian yang menimpa kita sesuai dengan dosis yang tepat dengan keadaan dan kemampuan kita. "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan, dan sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan" (QS Al-Insyirah [94]:5-6). Sampai dua kali Allah Swt menegaskan janji-Nya. Tidak mungkin dalam hidup ini terus menerus mendapatkan kesulitan karena dunia bukanlah neraka. Demikian juga tidak mungkin dalam hidup ini terus menerus memperoleh kelapangan dan kemudahan karena dunia bukanlah surga. Segalanya pasti akan ada akhirnya dan dipergilirkan dengan keadilan Allah Swt.

Rabu, 22 April 2009

2. RIDHO

2.Ridha

Siap menghadapi apa pun yang akan terjadi, dan bila terjadi, satu-satunya langkah awal yang harus dilakukan adalah mengolah hati kita agar ridha/rela akan kenyataan yang ada. Mengapa demikian? Karena walaupun dongkol, uring-uringan dan kecewa berat, tetap saja kenyataan itu sudah terjadi. Pendek kata, ridha atau tidak, kejadian itu tetap sudah terjadi. Maka, lebih baik hati kita ridha saja menerimanya.

Misalnya, kita memasak nasi, tetapi gagal dan malah menjadi bubur. Andaikata kita muntahkan kemarahan, tetap saja nasi telah menjadi bubur, dan tidak marah pun tetap bubur. Maka, daripada marah menzalimi orang lain dan memikirkan sesuatu yang membuat hati mendidih, lebih baik pikiran dan tubuh kita disibukkan pada hal yang lain, seperti mencari bawang goreng, ayam, cakweh, seledri, keripik, dan kecap supaya bubur tersebut bisa dibuat bubur ayam spesial. Dengan demikian, selain perasaan kita tidak jadi sengsara, nasi yang gagal pun tetap bisa dinikmati dengan lezat.

Kalau kita sedang jalan-jalan, tiba-tiba ada batu kecil nyasar entah dari mana dan mendarat tepat di kening kita, hati kita harus ridha, karena tidak ridha pun tetap benjol. Tentu saja, ridha atau rela terhadap suatu kejadian bukan berarti pasrah total sehingga tidak bertindak apa pun. Itu adalah pengertian yang keliru. Pasrah/ridha hanya amalan, hati kita menerima kenyataan yang ada, tetapi pikiran dan tubuh wajib ikhtiar untuk memperbaiki kenyataan dengan cara yang diridhai Allah Swt. Kondisi hati yang tenang atau ridha ini sangat membantu proses ikhtiar menjadi positif, optimal, dan bermutu.

Orang yang stress adalah orang yang tidak memiliki kesiapan mental untuk menerima kenyataan yang ada. Selalu saja pikirannya tidak realistis, tidak sesuai dengan kenyataan, sibuk menyesali dan mengandai - andai sesuatu yang sudah tidak ada atau tidak mungkin terjadi. Sungguh suatu kesengsaraan yang dibuat sendiri.

Misalkan tanah warisan telah dijual tahun yang lalu dan saat ini ternyata harga tanah tersebut melonjak berlipat ganda. Orang-orang yang malang selalu saja menyesali mengapa dahulu tergesa-gesa menjual tanah. Kalau saja mau ditangguhkan, niscaya akan lebih beruntung. Biasanya, hal ini dilanjutkan dengan bertengkar saling menyalahkan sehingga semakin lengkap saja penderitaan dan kerugian karena memikirkan tanah yang nyata-nyata telah menjadi milik orang lain.

Yang berbadan pendek, sibuk menyesali diri mengapa tidak jangkung. Setiap melihat tubuhnya ia kecewa, apalagi melihat yang lebih tinggi dari dirinya. Sayangnya, penyesalan ini tidak menambah satu senti pun jua. Yang memiliki orang tua kurang mampu atau telah bercerai, atau sudah meninggal sibuk menyalahkan dan menyesali keadaan, bahkan terkadang menjadi tidak mengenal sopan santun kepada keduanya, mempersatukan, atau menghidupkannya kembali. Sungguh banyak sekali kita temukan kesalahan berpikir, yang tidak menambah apa pun selain menyengsarakan diri.

Ketahuilah, hidup ini terdiri dari berbagai episode yang tidak monoton. Ini adalah kenyataan hidup, kenanglah perjalanan hidup kita yang telah lalu dan kita harus benar-benar arif menyikapi setiap episode dengan lapang dada, kepala dingin, dan hati yang ikhlas. Jangan selimuti diri dengan keluh kesah karena semua itu tidak menyelesaikan masalah, bahkan bisa jadi memperparah masalah.

Dengan demikian, hati harus ridha menerima apa pun kenyataan yang terjadi sambil ikhtiar memperbaiki kenyataan pada jalan yang diridhai Allah swt. ***

Sabtu, 18 April 2009

Manajemen Qolbu

Al-Khobir, Yang Maha Mengetahui

Bismillahirrahmaanirrahiim

"Wahai anakku, sesungguhnya kalau ada satu butir biji sawi yang tersembunyi di dalam batu atau di langit atau di bumi, maka Allah mengetahuinya. Sungguh Allah itu Maha Halus lagi Maha Mengetahui."

(QS.31 : 16)

Allah SWT mempunyai nama indah Al-Khobir. "Kho", "ba", dan "ro", itulah huruf-huruf menyusunnya. Kata yang tersusun dari huruf-huruf tersebut berkisar maknanya pada dua hal, yaitu pengetahuan dan kelemahlembutan. Khobir biasanya digunakan untuk menunjukkan pengetahuan yang dalam dan sangat rinci menyangkut hal-hal yang sangat tersembunyi.

Menurut Imam Al-Ghozali, Al-Khobir adalah yang tidak tersembunyi bagi-Nya hal-hal yang sangat dalam dan yang disembunyikan. Tidak terjadi sesuatu pun dalam kerajaan-Nya yang di dunia maupun alam raya kecuali diketahui-Nya. Tidak bergerak atau diam satu butir atom pun dan tidak bergerak atau tenang satu jiwa pun kecuali ada beritanya di sisi Allah.

Allah mengetahui apapun yang dikandung hati atau disimpan oleh pikiran. Bisikan-bisikan nafsu, ajakan-ajakan syetan, khayalan-khayalan pikiran, prasangka-prasangka di hati, rencana-rencana jahat, komentar-komentar dan gumaman hati, semua ada dalam pengetahuan Allah. Ada dua tindakan yang dapat dilakukan untuk meneladani asma Al-Khobir ini. Tindakan pertama menyangkut hubungan keluar dengan makhluk lain. Kita sadar bahwa pengetahuan kita sangat terbatas. Kita tidak tahu isi hati dan kepala orang lain, dan kita pun tidak tahu banyak tentang maksud-maksud di balik penciptaan makhluk disekitar kita. Berangkat dari kesadaran ini, maka akhlak yang patut dikembangkan adalah baik sangka!
Selalu berbaik sangka kepada Allah dan sesama. Bila kita melihat orang yang cacat, seperti pincang, buta, atau lumpuh, janganlah mencela tetapi berbaik sangkalah, karena boleh jadi cacat itu pada fisiknya saja sedangkan batinnya penuh kemuliaan dan kesempurnaan karena ridho menerima ketentuan Allah. Bila kita mencela maka kitalah yang sebenarnya cacat. Cacat hati karena tidak mampu melihat hikmah Allah, cacat adab karena merendahkan makhluk Allah, dan cacat Akhlak karena baru bisa mencela dan tidak mampu berbuat untuk menolong. Tindakan kedua menyangkut diri kita sendiri.
Pertama, kenalilah jasad ini dan hubungkan dengan kekuasaan Allah. Kedua, kenalilah kekurangan-kekurangan kita dalam segi ilmu, sikap, dan perilaku dan hubungkanlah dengan pengawasan Allah.
Ketiga, kenalilah tujuan hidup ini dan selaraskan dengan keinginan Allah. Bila kita perhatikan jasad ini, maka insya Allah kita sadar dari mana asal kita dan siapakah kita. Dari setetes air yang
hina, ke mana-mana membawa kotoran dan kalau sudah mati menjadi bangkai, itulah jasad ini. Tidak berdaya bila sudah kena penyakit.
Bila sudah tua akan mengeriput dan melemah. Tidak ada yang patut disombongkan. Bila kita perhatikan betapa besar karunia Allah atas tubuh ini, maka insyaAllah kita sadar bahwa keindahan dankesempurnaan tubuh ini Allah-lah yang membuat. Kekurangan dan kecacatan pun bukan kita yang menghendaki. Ini akan melahirkan rasa terima kasih dan rasa menerima. Sibukkanlah diri melihat kekurangan diri lalu bekerjalah untuk memperbaiki. Kita tahu betapa bodohnya kita dan betapa sedikitnya ibadah kita. Yang sedikit itupun kita rusak dengan tidak khusyuk dan kita hancurkan dengan ketidakikhlasan. Kita seharusnya malu kepada Allah karena
kebusukan-kebusukan kita.Hidup ini untuk akhirat. Awasilah setiap tindakan agar benar-benar
diniatkan karena Allah dan selalu berada di jalan Allah. Belajar dari Al-Khobir membuat kita banyak melihat ke dalam diri dengan waspada dan melihat keluar diri dengan berbaik sangka. ***

Penulis: KH Abdullah Gymnastiar

Jumat, 17 April 2009

Minggu, 15 Maret 2009

 hosting gratis php net
Selamat bertemu teman-teman semuanya..!!!
Saya ingin bagi-bagi hostingan yang free, support PHP, dan MySql. pokoknya lumayan deh!!!
langsung aja kalian coba ke
http://my-php.net/

untuk daftarnya ke sini
http://my-php.net/signup.php

oiya ini spesifikasi gratis yang tersedia di situsnya

# 300 MB fast web space *free*
# 100 GB monthly bandwidth *free*
# MySQL database *free*
# PHP scripting support *free*
# FTP account *free*
# Fantastico? type installer *free*
# No file size limitations *free*
# Instant activation *free*

lumayan khan.. hehe...
aku udah nyobain koq, daftarnya g sulit, trus g ada banner iklannya lagi... (hehehe.. promosi ;p)
ya udah deh, temen-temen langsung bisa coba sendiri aja..
sekian dari saya
hasta la vista..
Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori hosting service dengan judul Free Host PHP

Sabtu, 28 Februari 2009

Bagaimana Jika Anda Menginginkan Penghasilan Ribuan Dollar / Bulan
Itu Mudah saja..
Ikutlah lebih banyak PTC toh 100% GRATIS Bukan..??!
Ikutlah 20 PTC maka penghasilan anda menjadi : $.1.260,- Jika di Rupiahkan menjadi :
$.1.260,- x Rp.9.000,- = Rp.11.340.000,-/ Bulan
Baca Terus..!!? Saya akan memberikan cara menyelesaikan Tugas di 20-30 PTC hanya dengan 1 jam saja.

Solusi Menjadi Hidup Bahagia

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Suatu hal yang pasti tidak akan luput dari keseharian kita adalah yang disebut masalah atau persoalan hidup, dimanapun, kapanpun, apapun dan dengan siapapun, semuanya adalah potensi masalah. Namun andaikata kita cermati dengan seksama ternyata dengan persoalan yang persis sama, sikap orangpun berbeda-beda, ada yang begitu panik, goyah, kalut, stress tapi ada pula yang menghadapinya dengan begitu mantap, tenang atau bahkan malah menikmatinya.

Berarti masalah atau persoalan yang sesungguhnya bukan terletak pada persoalannya melainkan pada sikap terhadap persoalan tersebut. Oleh karena itu siapapun yang ingin menikmati hidup ini dengan baik, benar, indah dan bahagia adalah mutlak harus terus-menerus meningkatkan ilmu dan keterampilan dirinya dalam menghadapi aneka persoalan yang pasti akan terus meningkat kuantitas dan kualitasnya seiring dengan pertambahan umur,tuntutan, harapan, kebutuhan, cita-cita dan tanggung jawab.

Kelalaian kita dalam menyadari pentingnya bersungguh-sungguh mencari ilmu tentang cara menghadapi hidup ini dan kemalasan kita dalam melatih dan mengevaluasi ketrampilan kita dalam menghadapi persoalan hidup berarti akan membuat hidup ini hanya perpindahan kesengsaraan, penderitaan, kepahitan dan tentu saja kehinaan yang bertubi-tubi. Na'udzubillah.

1. Siap

Siap apa? Siap menghadapi yang cocok dengan yang diinginkan dan siap menghadapi yang tidak cocok dengan keiinginan.

Kita memang diharuskan memiliki keiinginan, cita-cita, rencana yang benar dan wajar dalam hidup ini, bahkan kita sangat dianjurkan untuk gigih berikhtiar mencapai apapun yang terbaik bagi dunia akhirat, semaksimal kemampuan yang Allah Swt berikan kepada kita.

Namun bersamaan dengan itu kitapun harus sadar-sesadarnya bahwa kita hanyalah makhluk yang memiliki sangat banyak keterbatasan untuk mengetahui segala hal yang tidak terjangkau oleh daya nalar dan kemampuan kita.

Dan pula dalam hidup ini ternyata sering sekali atau bahkan lebih sering terjadi sesuatu yang tidak terjangkau oleh kita, yang diluar dugaan dan di luar kemampuan kita untuk mencegahnya,andaikata kita selalu terbenam tindakan yang salah dalam mensikapinya maka betapa terbayangkan hari-hari akan berlalu penuh kekecewaaan, penyesalan, keluh kesah, kedongkolan, hati yang galau, sungguh rugi padahal hidup ini hanya satu kali dan kejadian yang tak didugapun pasti akan terjadi lagi.

Ketahuilah kita punya rencana, Allah Swt pun punya rencana, dan yang pasti terjadi adalah apa yang menjadi rencana Allah Swt.

Yang lebih lucu serta menarik, yaitu kita sering marah dan kecewa dengan suatu kejadian namun setelah waktu berlalu ternyata "kejadian" tersebut begitu menguntungkan dan membawa hikmah yang sangat besar dan sangat bermanfaat, jauh lebih baik dari apa yang diharapkan sebelumnya.

Alkisah ada dua orang kakak beradik penjual tape, yang berangkat dari rumahnya di sebuah dusun pada pagi hari seusai shalat shubuh, di tengah pematang sawah tiba-tiba pikulan sang kakak berderak patah, pikulan di sebelah kiri masuk ke sawah dan yang di sebelah kanan masuk ke kolam. Betapa kaget, sedih, kesal dan merasa sangat sial, jualan belum, untung belum bahkan modalpun habis terbenam,
dengan penuh kemurungan mereka kembali ke rumah. Tapi dua jam kemudian datang berita yang mengejutkan, ternyata kendaraan yang biasa ditumpangi para pedagang tape terkena musibah sehingga seluruh penumpangnya cedera bahkan diantaranya ada yang cedera berat, satu-satunya diantara kelompok pedagang yang senantiasa menggunakan angkutan tersebut yang selamat hanyala dirinya, yang tidak jadi berjualan karena pikulannya patah. Subhanalloh, dua jam
sebelumnya patah pikulan dianggap kesialan besar, dua jam kemudian patah pikulan dianggap keberuntungan luar biasa.

Oleh karena itu "fa idzaa azamta fa tawaqqal alalloh" bulatkan
tekad, sempurnakan ikhtiar namun hati harus tetap menyerahkan segala keputusan dan kejadian terbaik kepada Allah Swt. Dan siapkan mental kita untuk menerima apapun yang terbaik menurut ilmu Allah Swt.

Allah Swt, berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 216,
"Boleh jadi engkau tidak menyukai sesuatu padahal bagi Allah Swt lebih baik bagimu, dan boleh jadi engkau menyukai sesuatu padahal buruk dalam pandangan Allah Swt."

Maka jikalau dilamar seseorang, bersiaplah untuk menikah dan bersiap pula kalau tidak jadi nikah, karena yang melamar kita belumlah tentu jodoh terbaik seperti yang senantiasa diminta oleh dirinya maupun orang tuanya. Kalau mau mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri, berjuanglah sungguh-sungguh untuk diterima di tempat yang dicita-citakan, namun siapkan pula diri ini andaikata Allah Yang MahaTahu bakat, karakter dan kemampuan kita sebenarnya akan menempatkan di tempat yang lebih cocok, walaupun tidak sesuai dengan rencana sebelumnya.

Melamar kerja, lamarlah dengan penuh kesungguhan, namun hati harus siap andaikata Allah Swt, tidak mengijinkan karena Allah Swt, tahu tempat jalan rizki yang lebih berkah.

Berbisnis ria, jadilah seorang profesional yang handal, namun ingat bahwa keuntungan yang besar yang kita rindukan belumlah tentu membawa maslahat bagi dunia akhirat kita, maka bersiaplah menerima untung terbaik menurut perhitungan Allah Swt. Demikianlah dalam segala urusan apapun yang kita hadapi.

2.Ridha
...................artikel ....................minggu depan....


Peluang Usaha Tanpa Modal!

Peluang Usaha Tanpa Modal!

Dengan bergabung di UsahaWeb.com, Anda bisa :

· Memiliki usaha dengan modal mulai dari NOL RUPIAH (TANPA MODAL)

· Memiliki usaha dengan prospek masa depan yang SANGAT CERAH

· Memiliki usaha yang bisa memberikan penghasilan yang MAPAN

· Memiliki usaha yang bisa memberikan PENGHASILAN AKTIF DAN PENGHASILAN PASIF (penghasilan tanpa kerja) sekaligus!

· Memiliki usaha yang bisa BERJALAN DENGAN SENDIRINYA dan bisa dikerjakan atau dikontrol dari mana saja, termasuk di rumah sambil berkumpul dengan keluarga dan sambil mengerjakan hal-hal yang Anda suka!!

untuk bergabung klik disini...... gratissssssss!!!!!!           BONUS CASH MONEY Rp 100.000,- untuk Anda hanya dengan melakukan pendaftaran, MyWebInstant.com'>GRATIS!

kebebasan financial tanpa batas

Mengenai Saya

Anda akan dibayar hanya dengan Klik dan lihat iklan dari sponsor kami. Dengan menjadi MEMBER, Anda akan dapatkan: Dibayar Rp 100,- untuk tiap klik iklan yang ditampilkan selama 30 detik. Dibayar Rp 50,- untuk tiap klik iklan dari referal Anda. Komisi hingga 10% untuk setiap pembelian yang dilakukan referal langsung Anda. Informasi status Anda dengan mudah bisa dilihat, seperti jumlah klik, Saldo Anda, bahkan jumlah klik serta aktivitas referal Anda. Permintaan Pembayaran secara instan! Asumsi pendapatan: Jika Anda klik 10 iklan setiap hari, dan mempunyai 100 referral, dimana mereka klik 10 iklan juga setiap hari, maka Anda akan memperoleh Rp 18.615.000,- per-tahun ......................................... Ini saya tawarkan kepada rekan rekan netter... dan semuanya gratis... Untuk mendaftar klik banner di bawah ini... god luck... sukses menyertai anda

fOREX

Forex 

Automoney - Make Money Just by Clicking

KLIK IKLAN DAPAT DUIT

klikrupiah.com Adalah suatu website pemasang iklan dimana setiap anggota melihat iklan akan kami bayar Rp 100 untuk setiap iklan dengan waktu 31 detikdan anda akan mendapatkan pemasukan juga jika anda mengajak teman anda . Para pemasang iklan membutuhkan anda sebagai pengunjung websitenya. Daftar sekarang https://www.klikrupiah.com/index.php?ref=agus_riyadi> ngeBUX akan membayar anda Rp. 150 / click yang anda lakukan,silahkan login dengan klik banner dibawah ini,atau apabila anda belum mempunyai Account di ngeBUX,silahkan Register disini. Selain itu,anda juga akan dibayar Rp. 25 / refferal click,jadi silahkan anda cari bawahan sebanyak-banyaknya. Bagaimana cara kerja Klik Aja Deh Klik Aja Deh BUKAN situs Autosurf, Multi-Level Marketing, Pyramid, Ponzi, Matrix atau bersistem "Get Rich Quick" . Klik Aja Deh adalah sebuah inovasi bisnis saling menguntungkan, GRATIS bagi member untuk bergabung, dan menjembatani antara pemakai internet dan pemilik usaha (advertiser) untuk mempromosikan produknya pada halaman "Lihat Iklan". Cara Member mendapatkan Uang Setelah login, Anda klik menu View Ads dan selanjutnya pada daftar iklan Anda klik masing-masing iklan satu persatu. Setiap iklan akan tampil selama 30 detik pada windows/tab baru. Anda akan melihat timer yang menghitung mundur pada sebelah kiri atas. Setelah 30 detik, maka akan muncul sebuah tanda "OKE deh" atau tanda silang merah "X". Tanda "OKE deh" pertanda Saldo Anda telah bertambah Rp 100,- dan jika Anda seorang Member Premium akan mendapatkan Rp 150,-. Tanda X adalah kebalikannya, Saldo Anda tidak bertambah. Tanda X akan tampil jika Anda klik lebih dari 1 iklan pada waktu yang sama sebelum iklan yang Anda klik sebelumnya selesai. daftar disini Setiap Iklan hanya bisa Anda klik SEKALI dalam 24 JAM



Pada RupiahBux.com, Anda dibayar untuk mengklik iklan dan mengunjungi situs sponsor. Prosesnya sangat mudah! Anda hanya mengklik dan melihat situs selama beberapa detik dan anda pun mendapatkan uang perkliknya. Disini tidak diperlukan keterampilan, yang dibutuhkan hanya mengklik iklan dan mengunjungi situs sponsor selama beberapa detik.Untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar, ajaklah teman-teman anda untuk bergabung di RupiahBux.com dengan anda menjadi referrernya. Semakin banyak downline anda semakin banyak penghasilan anda. Pembayaran dikirim lewat rekening dan menimum pembayaran adalah Rp.50000..... Daftar disini


Masukkan Code ini K1-6C466E-1 untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com







Bagaimana cara kerja DuitBux DuitBux BUKAN situs Autosurf, Multi-Level Marketing, Pyramid, Ponzi, Matrix atau bersistem "Get Rich Quick" . DuitBux adalah sebuah inovasi bisnis saling menguntungkan, GRATIS bagi member untuk bergabung, dan menjembatani antara pemakai internet dan pemilik usaha (advertiser) untuk mempromosikan produknya pada halaman "Lihat Iklan". Cara Member mendapatkan Uang Setelah login, Anda klik menu View Ads dan selanjutnya pada daftar iklan Anda klik masing-masing iklan satu persatu. Setiap iklan akan tampil minimal selama 30 detik pada windows/tab baru. Anda akan melihat timer yang menghitung mundur pada sebelah kiri atas. Setelah timer menjadi 0, maka akan muncul sebuah tanda centang atau tanda silang merah "X". Tanda centang pertanda Saldo Anda telah bertambah antara Rp 25,- s/d Rp 500,- tergantung dari harga iklan. Tanda X adalah kebalikannya, Saldo Anda tidak bertambah. Tanda X akan tampil jika Anda klik lebih dari 1 iklan pada waktu yang sama sebelum iklan yang Anda klik sebelumnya selesai. Setiap Iklan hanya bisa Anda klik SEKALI dalam 24 JAM . Contoh penghasilan Member: » Anda klik 10 iklan per hari @Rp100 = Rp 1000,- » 50 referral Anda klik 10 iklan per hari @Rp100 X 50% = Rp 25.000,- » Tiap Hari Saldo Anda akan bertambah Rp 26.000,- » Tiap Minggu = Rp 182.000,- » Tiap Bulan = Rp 780.000,- » Tiap Tahun = Rp 9.360.000,- daftar gratis disini....... atau klik banner dibawah ini...